Selamat pagi Rajaku.
Lama tak bersua. Apa kabar ?
Kemarin aku bertemu Mentari dan dia terlihat bercahaya. Terlihat ceria untuk menyemangati hari-hariku. Seperti katamu, aku harus menyambut apapun yang datang kepadaku dengan baik.
Terlebih Mentari.
Rajaku, kau apa kabar ?
Aku harap kau baik-baik saja.
Kau tau, aku pernah mendengar bahwa Tuhan tidak akan menciptakan rindu jika Ia tidak pernah menghadirkan pertemuan. Dan benar, ternyata aku rindu. Semoga kau mengerti.
Aku rindu Mentari. Bahkan, sepertinya aku jatuh cinta padanya.
Dahulu, aku suka menunggumu untuk datang, tapi pada akhirnya aku lelah. Karena kau tak kunjung datang.
Aku bersyukur kepada Tuhan karena aku tau apa artinya berjuang, menunggu. Tentunya karena kamu juga Rajaku.
Kamu baik, teramat baik. Tapi sepertinya Mentari lebih setia. Setia menyemangati hari-hariku dengan atau tanpamu. Rindu atau tidaknya aku kepadamu. Lelah atau tidaknya aku menunggumu.
Rajaku, boleh aku minta tolong ?
Tolong bantu aku untuk melewatkanmu dengan sifat dan sikapmu itu untuk orang lain. Aku yakin kamu akan berhasil. Terimakasiih telah membantu. Meski aku tak tau apa jawabmu.
Sepertinya iya.
Mentari, kau tau ? aku pernah menunggu sesuatu untuk datang kepadaku sampai aku lelah.
Aku berterimakasih atas cahayamu dan kesetiaanmu yang senantiasa membangunkan aku di tiap pagi dan memberikanku semangat di tiap lagu langkahku. Meskipun aku tak tau kau sedang tidak baik. Tapi kamu adalah Mentari.
Mentari, boleh aku jatuh cinta padamu? Bolehkan aku selalu mengharapkan kehadiranmu di tiap pagiku? Bolehkah aku gunakan seluruh kehangatanmu untuk menjadi kekasihku sampai si Senja datang menghampiri salah seorang dari kita ?
Memang terlalu cepat, tapi kumohon kau mengerti.
Seiring dengan berjalannya waktu, akankah aku bisa jadi langitmu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar