Tarunaku adalah yang terbaik. Yang mengayomi.Yang melindungi. Dan yang selalu ada. Beberapa dari mereka memang terlihat cuek dan tidak peduli terhadap kami taruninya tapi mereka yang cueklah yang paling memperhatikan kami luar dalam. Kami tau apapun masalah mereka, dan mereka juga tau apa masalah-masalah yang sedang kami hadapi. Banyak dari mereka yang memberi masukan kepada kami tentang bagaimana mengahadapi masalah-masalah itu. Kami pun begitu. Karena kami adalah saudara. Saudara kandung satu rumah. Satu perjuangan. Satu tujuan. Membahagiakan orang tua.
Tarunaku gagah.Tarunaku tangguh. Tarunaku penuh wibawa. Tarunaku berjiwa pemimpin. Dua belas dari mereka adalah yang paling terbaik. Taruna terpilih yang memiliki tanggung jawab lebih. Mereka hebat.Sangat hebat. Bertarung dengan ego untuk dapat mengikuti arus. Arus yang deras, yang hanya dapat dilalui oleh orang-orang hebat seperti mereka. Kami mungkin hanya tau sedikit tentang perjuangan mereka. Tapi kami bangga dengan mereka. Bangga memiliki taruna seperti mereka. Apapun tugas dan tanggung jawab yang mereka emban, kami akan selalu mendukungnya.
Taruna in love...
Mungkin diluar tembok kampus biru ini banyak orang yang berpikir bahwa kami ini adalah orang yang tidak punya cinta. Tidak bisa mencintai ataupun dicintai. Tapi, jangan salah. Semua persepsi itu akan patah jika kita tilik lubang tembok itu. Wajah seram, sangar tanpa senyum ternyata bisa memancarkan cahaya yang berseri-seri.... Tidak terpungkiri lagi kalau taruna juga punya hati dan perasaan..
Yaa.. Inilah kenyataannya. Walaupun ditempa sampai tampak habis rasa cinta, taruna tetaplah manusia yang kodratnya punya rasa cinta. Kodrat untuk dicintai dan mencintai. Ada yang berusaha memendam sendiri rasa cinta itu, ada juga yang berebut satu hati demi memuaskan dahaga yang haus akan cinta.
Tuhan memang punya kuasa. Yang berbeda dapat bersatu dan yang benci dapat berdamai. Disinilah. Di balik tembok kampus inilah keajaiban-keajaiban cinta yang tidak pernah kita temui terjadi.
Perjuangan cinta untuk bersama, pengorbanan waktu dan tenaga, usaha yang hampir sia-sia membuat seorang taruna menjadi taruna yang mengerti apa sesungguhnya arti sebuah perjuangan. #RD