Hai kamu..
Saya berlebihan ya ?
Memang beda ya...
Sudah beda jamannya.
Jaman saya dan jamanmu..
Mungkin karena jaman saya sudah terlalu purba, maka kamu sudah tidak mengerti akan jaman saya..
Dengan cara yang seperti ini sebenarnya menunjukkan bahwa saya sama seperti kamu.
Sama sifat kekanak-kanakkannya.
Tidak ada yang dewasa. Tidak saya tidak juga kamu..
Apa kamu lupa saya pernah bilang ke kamu kalau 'saya menerima lebih daripada yang kamu rasakan sekarang' ??..
Mungkin saya yang lupa kalau saya tidak penah mengatakan itu..
Coba bilang sama saya apa yang kamu mau.
Coba bilang sama saya kalau saya sudah kelewatan.
Coba bilang sama saya kalau saya salah..
Bagaimana ??
Bisa ??
Jangan anggap hidup disini itu mudah sayang..
Hidup disini itu jauh lebih sulit dari apa yang kamu pikirkan.
Sulit sangatlah sulit..
Jangan anggap remeh..
Intensitas saya hidup disini sudah jauh lebih lama dibanding kamu..
Intensitas saya mengenali lingkungan disini jauh lebih tinggi dibanding kamu..
Saya egois ?
Saya munafik ?
Memang.
Saya akui itu.
Tapi coba kamu ingat, kamu itu sebenarnya sama seperti saya.
Sama-sama egois, sama-sama munafik..
Tapi tergantung bagaimana kita mengaplikasikannya dalam hidup kita.
Iya kan sayang ??
Kamu kaget kalau saya sebenarnya seperti ini ?
Jangan dong, kan saya sudah pernah ingatkan kamu kalau saya sebenarnya tidak seperti yang kamu pikirkan..
Coba diingat lagi deh, sepertinya kamu lupa..
Tenang aja sayang, kalau kamu lupa, saya bersedia mengingatkan kamu dengan cara saya kok..
Ya saya maklumi kalau kamu menganggap saya menyebalkan, atau apapun yang ada dipikiranmu sekarang. Tapi nanti akan tiba saatnya kok, kamu berada di posisi saya. Dan kamu akan mengerti mengapa saya memperlakukan kamu seperti ini..
Sekali lagi. Saya pernah mengalami apa yang kamu alami, jadi sekarang saya mengerti posisi dia yang pernah memperlakukan saya seperti saya memperlakukan kamu..