yahaha

duduk diam melukis harap
meniti kalbu menengok senja
elok camar menghampiri
saat sarang telah hancur

harapan asa bagai palung laut
tak menentu akan kemana
tak ada ujung
tak ada arah

belati tajam datang mendekat
menusuk tajam sampai kedalam
tak terlihat luka yang dibuat
tapi cukup menyesakkan

tiba saatnya merakit impi dalam mimpi
mengganti harap menjadi nyata
sulit. memang
demi yang terbaik. pasti bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar